Jumat, 12 Agustus 2016

Temukan Permata Indah dalam Kekelaman Pengalaman Hidup mu

Banyak orang yang menyesali pengalaman-pengalaman hidupnya. Banyak orang yang menyimpan rapat-rapat luka dan gelapnya pengalaman hidupnya dan berusaha menyangkalinya. Permata yang indah akhirnya terkubur dalam kegelapan dan kekelaman.

Untuk membantu pemahaman kita akan apa itu yang disebut luka, saya mengutip apa yang ditulis oleh Henri J.M.Nouwen dalam bukunya yang berjudul “Yang Terluka Yang Menyembuhkan”;

Apakah luka-luka kita? luka-luka itu sudah sering dibicarakan dengan bermam-macam istilah. Kata-kata seperti “pengasingan”, “dibuang”, “dikucilkan” dan “kesepian” sering digunakan untuk memberi nama kepada keadaan kita yang terluka.

Dan luka itu juga sering dibicarakan dengan mengunakan kata “kepahitan”. Seorang remaja yang sudah mengenal Tuhan, aktif dalam pelayanan, oleh teman-teman dan orang disekitarnya dikenal sebagai seorang yang saleh. Namun, dalam hati remaja tersebut ada semacam lorong gelap yang tidak diketahui oleh orang-orang disekitarnya. Pada saat tertentu lorong gelap itu berhasil membuat hidupnya seakan gelap dan tiada harapan. Kepahitan dan kesepian, dialaminya.

Hingga suatu ketika remaja tersebut mengungkapkan apa yang selama ini dirasakan dan apa yang pernah dia alami kepada Bapanya dan bukan hanya itu, ia juga menceritakannya kepada seseorang yang dapat dipercaya. Pembebasan, itulah yang dia dapat. Bayang-bayang gelap yang kadang semakin pekat menyelimuti khususnya disaat mengalami masalah pun berlalu. Dia memilih untuk berdamai akan hidupnya. Dia memilih untuk memandang kepada Yesus, Sang Penyembuh sejati yang sudah lama menawarkan augerah pemulihan kepadanya.

Dan inilah kenyataannya-tidak ada wanita/pria yang dapat memuaskan keinginan kita untuk dibebaskan. Kita perlu bertemu dengan Sang Penyembuh yang sejati, Yesus Kristus. Tubuh Yesus yang hancur menjadi jalan penyembuhan, pembebasan dan kehidupan baru.

Luka dan juga pengalaman paling memalukan dapat menjadi anugerah yang berharga bagi hidup seseorang. Karena mereka yang terluka dan mereka yang pernah berada dalam lorong kegelapan, yang sudah dipulihkan dan diterangi oleh Sang Penyembuh juga Sang Penerang dapat menjadi penyembuh dan penerang bagi sesamanya. Luka seseorang dapat dipakai oleh Tuhan sebagai api yang membentuk dan memurnikannya hingga menjadi seperti emas yang murni. Menyakitkan tapi, akan menghasilkan keindahan. Itulah orang yang terluka, yang tetap dalam dekapan Bapa dan yang dipulihkan oleh Sang Penyembuh yang sejati. kepahitan dan kesepian penuh dengan janji kalau kita dapat melihat nilai kepedihannya yang terasa manis. Seorang yang terluka, dapat menjadi pemimpin yang menginspirasi dan memberi pengaruh bagi orang lain. Kita tidak perlu takut kepada kenang-kenangan buruk. Dalam buku seri tokoh terbesar“Yusuf”menuliskan;

Tidak ada proses yang tergesa-gesa dalam mencari dan membentuk emas. Proses pencarian, pemprosesan, pemurnian dan pembentukan emas adalah proses yang panjang dan menyakitkan. Dalam pembentukan anak Allah, penderitaan adalah emas, dan Allah adalah yang menentukan berapa lama proses itu berlangsung. Ia sendirilah yang menjadi Pemurninya.

Tuhan telah berjanji kepada ayub; jika prosesnya telah selesai, kamu akan muncul sebagai emas. Kemudian, kamu akan siap untuk melayani Ku kemana pun tempat yang Ku pilih. Kemudian, kamu akan mampu untuk menangani kenaikan posisi seperti apapun yang akan kau hadapi.

Anda ingat dengan kisah Yusuf? Yusuf lulus dari ujian dengan nilai yang baik. Yusuf adalah seorang yang menjalani kehidupanya secara terus menerus- dengan perspektif ilahi. Seperti Yusuf, anda perlu memandang hidup anda dengan perspektif Allah. Berikan pengampunan bagi mereka yang pernah menghina dan menumbuhkan kemarahan dalam hidup anda. Anda sudah diampuni, anda sudah dimerdekakan melalui karya Yesus dikayu salib. Anda tidak pantas hidup dalam kemarahan dan tekanan yang menyiksa itu lagi.

Hal-hal luar biasa terjadi kepada orang-orang besar,,
Si jahat mereka-rekakan yang jahat tentang mu tapi, Allah merancangkannya untuk kebaikan 
Saat kamu memandang apa yang pernah terjadi tanpa kacamata Allah maka kamu semkin lemah
Si jahat mempengaruhi pikiran mu dan dia akan terus berkata “kamu lemah dan pantas untuk tidak bangkit”

Namun, Bapa selalu berbisik dengan lembut; “bangkitlah anak Ku, aku akan menggunakannya untuk
menunjukkan hal-hal besar bagi dunia ini dan mereka akan melihat bahwa akulah Allah Mu”
Si jahat masih terus bekerja mencari mangsanya, maka kamu harus waspada dan kuat dengan
terus berada di dekat Ku dan berpegang teguh pada firman Ku..

jangan ragukan kualitas diri mu dan jangan hapus diri mu yang sebenarnya
karena Akulah yang telah menemukan mu dan menjadikan mu alat  tuk membawa orang lain kepada Ku
Suatu saat nanti akan tiba waktunya pekerjaan si jahat akan dihancurkan..
 Terang itu telah bersinar,, kemuliaan bagi Allah di tempat yang Maha Tinggi.

by : Veronika Ida
date : 05 agst 2014



Tidak ada komentar:

Posting Komentar