Banyak orang yang menyesali
pengalaman-pengalaman hidupnya. Banyak orang yang menyimpan rapat-rapat
luka dan gelapnya pengalaman hidupnya dan berusaha menyangkalinya. Permata yang indah akhirnya terkubur
dalam kegelapan dan kekelaman.
Untuk membantu pemahaman kita
akan apa itu yang disebut luka, saya mengutip apa yang ditulis oleh Henri
J.M.Nouwen dalam bukunya yang berjudul “Yang
Terluka Yang Menyembuhkan”;
Apakah luka-luka kita? luka-luka itu sudah
sering dibicarakan dengan bermam-macam istilah. Kata-kata seperti
“pengasingan”, “dibuang”, “dikucilkan” dan “kesepian” sering digunakan untuk
memberi nama kepada keadaan kita yang terluka.
Dan luka itu juga sering
dibicarakan dengan mengunakan kata “kepahitan”.
Seorang remaja yang sudah mengenal Tuhan, aktif dalam pelayanan, oleh
teman-teman dan orang disekitarnya dikenal sebagai seorang yang saleh. Namun,
dalam hati remaja tersebut ada semacam lorong gelap yang tidak diketahui oleh
orang-orang disekitarnya. Pada saat tertentu lorong gelap itu berhasil membuat hidupnya
seakan gelap dan tiada harapan. Kepahitan dan kesepian, dialaminya.
Hingga suatu ketika remaja
tersebut mengungkapkan apa yang selama ini dirasakan dan apa yang pernah dia alami
kepada Bapanya dan bukan hanya itu, ia juga menceritakannya kepada seseorang
yang dapat dipercaya. Pembebasan, itulah yang dia dapat. Bayang-bayang gelap
yang kadang semakin pekat menyelimuti khususnya disaat mengalami masalah pun berlalu.
Dia memilih untuk berdamai akan hidupnya. Dia memilih untuk memandang kepada
Yesus, Sang Penyembuh sejati yang sudah lama menawarkan augerah pemulihan
kepadanya.
Dan inilah
kenyataannya-tidak ada wanita/pria yang dapat memuaskan keinginan
kita untuk dibebaskan. Kita perlu bertemu
dengan Sang Penyembuh yang sejati, Yesus Kristus. Tubuh Yesus yang hancur
menjadi jalan penyembuhan, pembebasan dan kehidupan baru.
Luka dan juga pengalaman paling memalukan dapat menjadi anugerah yang berharga bagi hidup seseorang. Karena mereka yang
terluka dan mereka yang pernah berada dalam lorong kegelapan, yang sudah dipulihkan dan diterangi oleh Sang Penyembuh juga Sang Penerang dapat menjadi penyembuh dan penerang bagi
sesamanya. Luka seseorang dapat dipakai oleh Tuhan sebagai api yang membentuk
dan memurnikannya hingga menjadi seperti emas yang murni. Menyakitkan tapi, akan
menghasilkan keindahan. Itulah orang yang terluka, yang tetap dalam dekapan
Bapa dan yang dipulihkan oleh Sang Penyembuh yang sejati. kepahitan dan
kesepian penuh dengan janji kalau kita dapat melihat nilai kepedihannya yang
terasa manis. Seorang yang terluka, dapat menjadi pemimpin yang menginspirasi
dan memberi pengaruh bagi orang lain. Kita tidak perlu takut kepada
kenang-kenangan buruk. Dalam buku seri tokoh terbesar“Yusuf”menuliskan;
Tidak ada proses yang tergesa-gesa dalam
mencari dan membentuk emas. Proses pencarian, pemprosesan, pemurnian dan
pembentukan emas adalah proses yang panjang dan menyakitkan. Dalam pembentukan
anak Allah, penderitaan adalah emas, dan Allah adalah yang menentukan berapa lama
proses itu berlangsung. Ia sendirilah yang menjadi Pemurninya.
Tuhan telah berjanji kepada ayub; jika
prosesnya telah selesai, kamu akan muncul sebagai emas. Kemudian, kamu akan
siap untuk melayani Ku kemana pun tempat yang Ku pilih. Kemudian, kamu akan
mampu untuk menangani kenaikan posisi seperti apapun yang akan kau hadapi.
Anda ingat dengan kisah Yusuf?
Yusuf lulus dari ujian dengan nilai yang baik. Yusuf adalah seorang yang
menjalani kehidupanya secara terus menerus- dengan perspektif ilahi. Seperti
Yusuf, anda perlu memandang hidup anda dengan perspektif Allah. Berikan pengampunan
bagi mereka yang pernah menghina dan menumbuhkan kemarahan dalam hidup anda.
Anda sudah diampuni, anda sudah dimerdekakan melalui karya Yesus dikayu salib.
Anda tidak pantas hidup dalam kemarahan dan tekanan yang menyiksa itu lagi.
Hal-hal luar biasa
terjadi kepada orang-orang besar,,
Si jahat
mereka-rekakan yang jahat tentang mu tapi, Allah merancangkannya untuk kebaikan
Saat kamu
memandang apa yang pernah terjadi tanpa kacamata Allah maka kamu semkin lemah
Si jahat
mempengaruhi pikiran mu dan dia akan terus berkata “kamu lemah dan pantas untuk
tidak bangkit”
Namun, Bapa
selalu berbisik dengan lembut; “bangkitlah anak Ku, aku akan menggunakannya
untuk
menunjukkan
hal-hal besar bagi dunia ini dan mereka akan melihat bahwa akulah Allah Mu”
Si jahat masih
terus bekerja mencari mangsanya, maka kamu harus waspada dan kuat dengan
terus berada di
dekat Ku dan berpegang teguh pada firman Ku..
jangan ragukan kualitas
diri mu dan jangan hapus diri mu yang sebenarnya
karena Akulah
yang telah menemukan mu dan menjadikan mu alat
tuk membawa orang lain kepada Ku
Suatu saat nanti
akan tiba waktunya pekerjaan si jahat akan dihancurkan..
Terang itu telah bersinar,, kemuliaan bagi
Allah di tempat yang Maha Tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar