Berbalik, mata memandang ke belakang..
rajutan cerita masa remaja menghampiri
terdiam ku sejenak,,
termenung, ku berimajinasi..
kata orang dewasa masa itu masa masih labil,
masa kenakalan muncul dan lain sebagainya
tapi, apakah mereka pernah tahu masa itu masa yang berharga
buat ku?
Apakah mereka pernah
tahu rasa senang dan rasa sakit yang kurasakan di saat itu?
Apakah mereka mengerti dengan apa yang ku cari saat itu?
mereka cuma bilang; tidak boleh ini, tidak boleh itu..
kamu harus seperti ini, kamu harus seperti itu..
bersama teman-teman remaja ku
setiap karya, setiap perasaan,, tak pernah disepelekan
hal kecil pun selalu dihargai dan dimengerti..
bebas ku cerita tentang diri ku
tanpa ada yang menghakimi dan menggurui
bebas ku bermimpi dan menceritakan setiap harapan
tanpa ada yang menertawakan dan menyepelekan
bebas ku berekspresi,,
tertawa lepas,,
berlari,,
bernyanyi,,
melompat,,
menari,,
teriak,,
menangis,,
air mata yang berderai tidak dianggap aneh
tapi disambut dengan rangkulan sahabat-sahabat
perasaan sayang dengan seseorang tidak dianggap kebodohan
tapi dihargai sebagai sebuah anugrah..
dan ketika kerikil-kerikil tajam mengoreskan luka
mereka membalut dengan kasih yang penuh pengertian
aku tidak meminta kembali kemasa itu
karena usia yang bertamabah adalah anugrah
aku tidak meminta sahabat remaja ku kembali
karena kini mereka sudah menjadi dewasa
dan punya cerita hidup masing-masing
jalan yang harus ditempuh masing-masing
aku hanya berpikir bisa kah aku mengalami masa seperti itu
dengan sahabat yang ku temui dimasa sekarang dn dimasa
depan?
Aku hanya berpikir; benarkah masa remaja itu sesuatu yang
aneh?
Atau justru ada hal yang orang dewasa perlu belajar dari
masa itu..
by: Veronica Ida
31 agustus 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar